Aneh. Ya, sungguh aneh. Aku yang biasanya selalu bergulat dengan kesialan, kali ini bisa mencicipi sedikit keberuntungan. Ah, maaf, mungkin aku memang tidak bisa berpandangan dengan benar. Bukankah sebenarnya iman, Islam, sehat, bisa bergerak, bisa melihat, bisa mendengar, bisa makan, kehidupan, dan sebagainya adalah nikmat yang tak terbantahkan? Tapi bukan itu yang kumaksud di sini. Berhubung materi... [more]
Sungguh di luar dugaan. Penulis amatiran sepertiku ini ternyata tulisannya bisa juga masuk koran Radar Banjarmasin. Padahal, kata orang-orang tulisan-tulisan yang bisa masuk itu seleksinya cukup sulit. Tulisanku yang dimuat hari ini itu ialah dua puisiku: Satu Senja di Tepian Barito, dan Doa Bersama Hujan. Terima kasih untuk Bung Randu Alamsyah yang berkenan memuat puisiku itu. [more]
Tahu Gunung Putra Bulu? Oke, akan kuberitahu. Letaknya dekat dengan Riam Kanan. Tanpa pernah diduga sebelumnya, kemarin (Kamis) aku dan teman-teman 3 Aliyah kemping ke desa Batu Kambing (beberapa kilo meter dari bendungan Riam Kanan). [more] [more]
Lagi-lagi, perjuangan kerasku berbuah manis. Hari Jum’at yang lalu kami, anak-anak FPP berhasil mengadakan seminar penulisan cerpen di pesantrenku dengan sukses. Semua ini sebenarnya rencanaku. Mulanya aku meminta Mas Harie sebagai pembicara, namun karena beliau ternyata lagi di Jawa dan baru plang bulan Januari depan, maka beliau merekomendasikan teman beliau Hajriansyah. Aku pun lalu menghubungi... [more]
Malam Jum’at Aku dan Aya Acara Inti tiba di kota Palangkaraya. Tidak banyak yang bisa dinikmati saat malam tersebut,karena lampu jalan di kota ini mati. Gelap. Kami menginap di rumah anak buah kami yang bernama M. Noor, sebuah rumah yang sangat mewah. Rumah itu terletak dekat Mesjid raya Nurul Islam, yang kata M. Noor merupakan Mesjid nomor satu di Palangka. Hari Jum’at Aku keliling-keliling... [more]






