Rencanaku ke Batu Licin gagal total. Banyak penyebabnya, di antaranya karena teman-teman yang lain punya jadwal masing-masing untuk mengisi libur 4 hari ini. Lantas aku pun kemarin pulang ke rumah saudara di Handil Bakti. Dari Al Falah sampai Handil Bakti aku tidak keluar uang sedikit pun, karena aku pulang ikut mobil seorang teman yang pulang ke Palangkaraya. Setelah shalat dan istirahat di rumah... [more]
Untuk Kekasih

Hai sayang…
Met sore…
Gimana kabarmu sekarang? Udah sehat?
Tapi wajahmu masih agak pucat ya. Jangan khawatir, sebentar lagi kamu juga akan pulih.
Satu bulan kita tidak berjumpa, tepatnya sejak malam tahun baru yang lalu. Aku kange….n banget sama kamu.
Maaf ya, semua ini memang salahku. Gara-gara kebodohanku kamu jadi celaka. (more…)
Sungguh di luar dugaan. Penulis amatiran sepertiku ini ternyata tulisannya bisa juga masuk koran Radar Banjarmasin. Padahal, kata orang-orang tulisan-tulisan yang bisa masuk itu seleksinya cukup sulit. Tulisanku yang dimuat hari ini itu ialah dua puisiku: Satu Senja di Tepian Barito, dan Doa Bersama Hujan. Terima kasih untuk Bung Randu Alamsyah yang berkenan memuat puisiku itu. [more]
Ulangan semester ganjil Madrasah Aliyah telah berlalu dengan tragis. Namun tentu saja peperangan belum berakhir. Musuh yang sesungguhnya justru pada hari Sabtu nanti (19 Desember), sampai tanggal 28 Desember. Apalagi kalau bukan ULANGAN PONDOK ! Ulangan pondok berbeda jauh dengan ulangan MA, karena MA hanyalah tambahan di pesantrenku ini, sekadar melengkapi, supaya santri juga punya ijazah reguler. Ulangan... [more]
Jam 8 pagi aku bersama Azmi pergi ke Guntung Ujung (Gambut bagian dalam) guna menghadiri perkawinan adiknya teman kami si Amat. Di jalan aku singgah sebentar beli Banjarmasin Post. [Alhamdulillah, ternyata cerpenku yang berjudul Kios Mimpi hari ini dimuat]. Ternyata, rumah Amat itu sangat jauh. Betul-betul di pedalamannya Gambut. Berhubung aku dan Azmi sebelumnya belum pernah ke sana, dua kali kami... [more]






