Rencanaku ke Batu Licin gagal total. Banyak penyebabnya, di antaranya karena teman-teman yang lain punya jadwal masing-masing untuk mengisi libur 4 hari ini. Lantas aku pun kemarin pulang ke rumah saudara di Handil Bakti. Dari Al Falah sampai Handil Bakti aku tidak keluar uang sedikit pun, karena aku pulang ikut mobil seorang teman yang pulang ke Palangkaraya. Setelah shalat dan istirahat di rumah... [more]

29 Dec

Sungguh di luar dugaan. Penulis amatiran sepertiku ini ternyata tulisannya bisa juga masuk koran Radar Banjarmasin. Padahal, kata orang-orang tulisan-tulisan yang bisa masuk itu seleksinya cukup sulit. Tulisanku yang dimuat hari ini itu ialah dua puisiku: Satu Senja di Tepian Barito, dan Doa Bersama Hujan. Terima kasih untuk Bung Randu Alamsyah yang berkenan memuat puisiku itu.  [more]

20 Dec

Ulangan semester ganjil Madrasah Aliyah telah berlalu dengan tragis. Namun tentu saja peperangan belum berakhir. Musuh yang sesungguhnya justru pada hari Sabtu nanti (19 Desember), sampai tanggal 28 Desember. Apalagi kalau bukan ULANGAN PONDOK ! Ulangan pondok berbeda jauh dengan ulangan MA, karena MA hanyalah tambahan di pesantrenku ini, sekadar melengkapi, supaya santri juga punya ijazah reguler. Ulangan... [more]

17 Dec

Jam 8 pagi aku bersama Azmi pergi ke Guntung Ujung (Gambut bagian dalam) guna menghadiri perkawinan adiknya teman kami si Amat. Di jalan aku singgah sebentar beli Banjarmasin Post. [Alhamdulillah, ternyata cerpenku yang berjudul Kios Mimpi hari ini dimuat]. Ternyata, rumah Amat itu sangat jauh. Betul-betul di pedalamannya Gambut. Berhubung aku dan Azmi sebelumnya belum pernah ke sana, dua kali kami... [more]

29 Nov

Malam tadi, usai shalat magrib, aku keliling-keliling kampung untuk melihat-lihat bagaimana suasana malam hari raya. Sepi. Tak ada bedanya dengan malam-malam biasa. Yang ramai hanya di warung bakso dan di ‘gardu’. [more]  [more]

27 Nov