Meluapkan Emosi
Sudah dimaklumi bersama, bahwa senior boleh melanggar aturan. Hal itu pula yang menjadi dasar kelakuan kami, para santri kelas 3 Aliyah. Meskipun aturan dibuat untuk semua santri secara menyeluruh, tetap saja kami tidak shalat berjamaah, tidak ikut pembacaan Surah Yasin setelah shalat magrib, tidak makan di ruang makan, tidak ikut pengajian, dan tidak-tidak lainnya.
Siapa yang bisa menyanksi kami selain ustadz? Dan ustadz-ustadz pun kebanyakan malas mengontrol kami.
Walau demikian, nasib sial sudah terlanjur menimpa teman saya yang bernama Sanusi beberapa hari yang lalu. Hal itu sebenarnya memang pantas untuknya yang badungnya sudah kelewatan. (more…)
Nah, beginilah template baru blog ini. Memang, tidak rapi. Maklumlah, namanya juga baru nyoba. Semoga Anda nyaman dengan wajah baru ini. [more]
Aneh. Ya, sungguh aneh. Aku yang biasanya selalu bergulat dengan kesialan, kali ini bisa mencicipi sedikit keberuntungan. Ah, maaf, mungkin aku memang tidak bisa berpandangan dengan benar. Bukankah sebenarnya iman, Islam, sehat, bisa bergerak, bisa melihat, bisa mendengar, bisa makan, kehidupan, dan sebagainya adalah nikmat yang tak terbantahkan? Tapi bukan itu yang kumaksud di sini. Berhubung materi... [more]
Sesaat aku kembali ke dimensi-dimensi waktu yang lampau, di tempat-tempat yang berbeda, dengan kultur budaya yang beraneka ragam. Napasku sesak. Aku berada di tengah lautan. Tiba-tiba seekor ikan paus menuju ke arahku. Aku takut dan cepat-cepat berenang, menjauh dari bahaya ikan raksasa itu. “DDDHHHHAAAAAAARRRRR….!!!!!!!!!!!!” Lautan itu hilang, dan aku sekarang barada di tengah peperangan.... [more]






